KOLAKA, KOMPAS.com -- Dalam waktu empat bulan ke depan, stok beras miskin (Raskin) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dinyatakan aman. Hal ini ditegaskan kepala Bulog Kolaka, Muhtar.
Muhtar mengatakan, beras raskin yang disalurkan ke masyarakat setiap bulan mencapai 600 ton. "Semua gudang kita penuh, jadi saya berani jamin dalam empat bulan ke depan itu raskin mencukupi," ungkapnya, Senin (30/7/2012).
Dia juga menambahkan, seluruh raskin yang didapatkan oleh rekanan Bulog berasal dari para petani lokal. "Semuanya mereka kumpul dari para petani kita di Kolaka. Jadi, tidak ada beras dari luar kota yang kita tampung di dalam gudang. Hal ini cukup menggembirakan karena stok yang tersedia itu cukup melimpah. Sekarang kita mulai distribusikan untuk wilayah terdekat," tambahnya.
Soal harga beras di pasaran, Muhtar menyatakan masih stabil dan belum ada tanda-tanda lonjakan harga. "Kalau ada lonjakan harga di pasaran, maka Bulog akan melaksanakan operasi pasar. Sekali lagi saya tekankan kalau beras kita bersama cadangannya aman untuk empat bulan ke depan. Penekanan ini sangat perlu kita katakan karena biasanya banyak spekulan yang mengatakan kalau stok beras di Bulog mulai berkurang. Nah di situlah mereka memainkan harga di pasaran," tuturnya.
Sementara itu, untuk para mitra Bulog sendiri hingga saat ini belum mempunyai kendala. Pihaknya belum menerima keluhan apapun.
"Dari mitra kerja juga belum ada keluhan karena memang kami berupaya melayani mereka semaksimal mungkin. Kalau hari ini memasukkan barangnya, maka hari ini juga kami melakukan pembayaran secara transfer. Jadi semua kita upayakan berjalan dengan baik, karena apabila kita salah dalam melayani, pastilah Bulog akan kekurangan beras dan berdampak pada masyarakat," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang